Messerschmitt Bf 108 Taifun

Messerschmitt Bf 108 Taifun

Pesawat monoplane kabin empat-kursi Messerschmitt Bf 108 pada awalnya dibuat sebagai M 37 oleh perusahaan Bayerische Flugzeugwerke (yang menjadi Messerschmitt pada 1935) untuk Challenge de Tourisme Internationale pada 1934. Produksi sebagai Bf 108 Taifun dimulai pada 1934.

Dioperasikan oleh Luftwaffe selama PD II sebagai pesawat komunikasi dan transport personel. Pesawat ini bermesin 179kW Argus As.10C.

Specification
MODEL: Bf 108B
CREW: 1
PASSENGERS: 3
ENGINE: 1 x Argus As 10C, 179kW
WEIGHTS:
Take-off weight: 1385 kg; 3053 lb
Empty weight: 880 kg; 1940 lb
DIMENSIONS:
Wingspan: 10.50 m; 34 ft 5 in
Length: 8.30 m; 27 ft 3 in
Height: 2.30 m; 7 ft 7 in
Wing area: 16.40 m2; 176.53 sq ft
PERFORMANCE:
Max. speed: 300 km/h; 186 mph
Ceiling: 5000 m; 16400 ft
Range: 1000 km; 621 miles
More about Messerschmitt Bf 108 Taifun

Soko G2A GALEB

GALEB(SEAGUL/BURUNG CAMAR) Adalah pesawat jet pertama rancangan YUGOSLAVIA yg memasuki tahap produksi.pesawat pertama menjalani test terbang pertamanya bulan mei 1961 dan memasuki tahap produksi mulai tahun 1963 G2A diciptakan utk pesawat latih lanjut walau juga bisa di gunakan sebagai pesawat serang ringan pesawat ini di export ke ZAMBIA dan LIBYA produksi pesawat ini berhenti di tahun 1985 dan di gunakan militer serbia mentenegro (nama YUGOSLAVIA setelah perang balkan)dalam peperangan di BOSNIA HERZEGOVINA di gunakan di bawah naungan skuadron 105 SERBIS AF.

VARIAN :

1.J-1 JASTREB (HAWK) adalah versi serang ringan berkursi tunggal dan di eksport ke LIBYA dan ZAMBIA

2.RJ-1: juga di eksport ke LIBYA dan ZAMBIA pesawat ini adalah pesawat intai berkonfigurasi tempat duduk ganda dan merupakan pengembangan dari versi latih J-1

3.TJ-1: adalah versi latih dari J-1 berkofigurasi 2 tempat duduk.

SPESIFIKASI:

MESIN : 1x Rolls-Royce Viper II Mk 22-6 turbin engine
TRUSHT: 2500 Lbs
BERAT : Kosong 5775 Lbs Max Take Off 7690 Lbs
WingSpan: 34 ft 4.5inc tanpa tangki BBM di Wing Tip
Panjang : 33ft 11 inc
Tinggi : 10ft 9 inc
PERFORMA :

Max Speed: 470mph
Ceiling : 45000 ft
Range : 770 Miles
Senjata : 2x 12,7 mm Gun
More about Soko G2A GALEB

I-15

Sebelum I-400 dibuat, ada juga kapal selam yang memiliki kemampuan sama, tetapi hanya saja daya angkut dan jenis pesawat yang diangkut berbeda yaitu I-15

Berat: 2.584 tons permukaan, 3.654 tons selam
Panjang: 108.7 m
Lebar : 9,3 m
Tinggi : 5,1 m
Mesin : 2 diesels: 12.400 hp (9,200 kW)
Electric motors : 2.000 hp (1,500 kW)
Kecepatan : 23,5 knots (44 km/h) permukaan, 8 knots (15 km/h) selam
Jarak: 14.000 nautical miles (26.000 km) pada 16 knots (30 km/h)
Kedalaman selam : 100 m (330 ft)
Awak : 94 officers dan enlisted men
Senjata :

6 × 533 mm torpedo tubes depan
17 torpedo
1 × 140 mm 50 calibre gun
Pesawat yang diangkut : 1 Yokosuka E14Y seaplane

Kapal selam ini agaknya memang lebih sukses dibanding sang adik, karena terjun saat medan pertempuran masih berlangsung, sedangkan sang adik I-400 mengalami kisah tragis dengan diambil alih oleh Angkatan Laut AS
More about I-15

I-400

I-400

Beberapa lama setelah serangan Pearl Harbour, Taisho Isoroku Yamamoto, Commander-in-Chief Angkatan Laut Jepang memimpikan untuk menyerang kota besar pada pantai timur Amerika serikat dengan pesawat angkatan laut. Ia menugaskan Daisha Kameto Kuroshima untuk membuat studi kemungkinan untuk menggunakan armada kapal selam pengangkut pesawat. Sebelum hal ini dinyatakan secara formal, rencana tadi sudah dianalisa oleh Shoso Yoshio Suzuki dan Chusa Tatsunosuke Ariizumi.

Kegunaan dari kapal selam ini adalah untuk mengangkut pesawat serang khusus untuk semua tujuan dan kegunaan, seperti kapal induk bawah laut. Untuk standar persenjataan Perang Dunia II, kapal selam ini merupakan Ultimate Stealth Weapon.

Sebelumnya ada juga beberapa kapal selam pengakut pesawat lain yang hanya bisa mengangkut pesawat kecil, seperti Type 91, Type 96, atau Yokosuka E14Y Type 0. Meskipun begitu, I-400 mengambil konsep yang lebih banyak. Pesawat yang diangkut I-400 didesain dan dibangun untuk kegunaan ofensif.Meskipun begitu, pesawat berjenis ini membutuhkan catapult rail (pelontar pesawat pada dek kapal induk) lebih panjang. I-400 pun memenuhi standar itu.

Pada 13 Januari 1942, rencana Taisho Yamamoto dinyatakan di pusat komando armada laut. Bunyinya sebagai berikut.
1. Pesawat serang bisa mengangkut 1 torpedo atau bom seberat 800kg.
2. Kapal selam pengakut bisa membawa lebih dari 2 pesawat dan melaut lebih dari 40.000 mil laut.

40.000 mil laut itu sama dengan perjalanan bolak-balik dari Jepang ke pantai barat Amerika serikat tanpa pengisian bahan bakar.

Kapal selam ini dibuat dalam beberapa seri, yaitu:
I-400 (produksi dimulai 18 Jan 1943 sampai 30 Des 1944)
I-401 (produksi dimulai 25 April 1943)
I-402 (produksi dimulai 2 Okt 1943)
I-403 (produksi dimulai 29 Sep 1943)
I-404 (produksi dimulai Feb 1944)

1944. Jepang mengetahui apabila Jerman telah kalah, maka sekutu akan menuju Pasifik melewati Terusan Panama. Maka penting sekali untuk menghancurkan Terusan Panama. Kunci suksesnya akan didapat dengan menggunakan kapal selam kelas I-400.[

I-400 mengangkut 3 pesawat Aichi M6A1 Seiran, yang disimpan dalam Hangar Tube.

Berat : 3.530 ton (permukaan), 5.223 ton (menyelam)
Panjang : 122 meter
Lebar : 12 meter
Daya muat pesawat : 7 meter
Mesin : 4x mesin diesel, 2x electric motor
Generator : 2x diesel tambahan
Kecepatan maks. : 18,7 knot (permukaaan), 6.5 knot (selam)
Jarak Jangkau : 37.500 mil laut kecepatan 14 knot permukaan,
30.000 mil laut kecepatan 16 knot permukaan.
60 mil laut, kecepatan 3 knot selam (electric motor)
Kedalaman menyelam : 100 - 200 meter.
Awak kapal : 21 Officer, 170 tamtama.
Persenjataan : Meriam 1x14cm (belakang),
Type 11 senjata belakang,
10x25mm Type 96 AA gun (3 Triple mounts, 1 single)
Tabung Torpedo : 8x533 mm (hanya depan)
Kapasitas Torpedo : 20 x Type 95
Pesawat : 3 buah Seiran M6A1

Penyerangan ke Terusan Panama merupakan tugas yang cukup berat. Hal ini dikarenakan penjagaannya yang amat ketat. Untuk itu, dibentuk divisi grup kapal selam pengangkut pesawat bernama 631 Kukotai. Divisi ini terdiri dari I-400, I-401, I-13, dan I-14. Patut diketahui, I-13 dan I-14 juga mempunyai kemampuan mengangkut pesawat serang, hanya saja daya angkutnya dibawah I-400 dan I-401. I-400 dan I-401 masing-masing mengangkut 3 Seiran, sedangkan I-13 dan I-14 masing-masing mengangkut 2 Seiran.  

Sayangnya karena Jepang terlanjur menyerah akibat serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, maka divisi 631 Kukotai pun berbalik arah. 1-13 mengalami kerusakan berat karena serangan pesawat AS. I-400 sendiri pun akhirnya dikuasai. Para awaknya diperintahkan untuk menyerah kepada kapal perusak. Akhirnya, kapal selam berteknologi paling canggih pada zamannya ini pun jatuh ke tangan amrik..
More about I-400

Su-27 FLANKER

Su-27 FLANKER

Pada pertengan 1970an, F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon membuat Blok Timur berada pada kesulitan. Peluncuran Su-27 Flanker dan MiG-29 Fulcrum pada pertengahan 1980an, membuat keadaan menjadi berimbang. Didesain sebagai pesawat tempur berperforma tinggi dengan sebuah sistem kontrol fly-by-wire dan kemampuan untuk membawa sampai 10AAM. Su-27 yang mempunyai manuverabilitas hebat merupakan salah satu pesawat yang paling mengesankan yang pernah dibuat. Purwa rupa pertama “Flangker-A” terbang pada 20 Mei 1977 dan diresmikan sebagai “Flanker B” pada 1984. Pengembangan pesawat tempur Su-27 telah selesai pada awal 1980an, dan sesudahnya membuat lebih dari 40 rekor dunia untuk kecepatan altitude dan take-off. Pesawat ini merupakan pelopor dari sebuah jenis/keluarga pesawat termasuk pesawat latih Su-27UB, pesawat tempur Su-33, pesawat multi-misi Su-37 dan pesawat spesialis dua tempat duduk Su-32FN. Su-27UB adalah versi Su-27 dengan 2 tempat duduk yang pertama kali terbang pada Maret 1985.

Su-27 tidak hanya beroperasi di Rusia dan negara-negara CIS, tetapi juga di China dan Vietnam. Cina juga memebeli lisensi untuk produksi pesawat Su-27 sendiri. Pada 1997 Sukhoi menandatangani kontrak dengan Vietnam seharga $180 juta untuk mensuplai 6 Su-27 (2 Su-27SK dan 4 Su-27UB). Sukhoi mengirim 4 di antaranya oada 1996 dan 2 hancur karena kapal pengangkutnya menabrak blok apartemen di Irkutsk. Diperkirakan Vietnam membeli 24 pesawat tempur Sukhoi dengan harga $800 juta di akhir millennium lalu.
Su-27 mempunyai sayap yang dipasang menengah (di bagian tengah badan pesawat) dan berbentuk semidelta dengan ujung kotak. LERX memanjang di bawah dan depan akar sayap. Terdapat dua mesin di dalam badan pesawat. Terdapat “air intakes” (saluran udara) berbentuk kotak dan “diagonally-cut” (terpotong secara diagonal), terpasang di bawah sayap sepanjang samping bodi pesawat. Bodi pesawat berbentuk segiempat dari saluran udara sampai ekor pesawat. Hidung meruncing dan terdapat kanopi gelembung. Sirip ekor tertekuk ke belakang, tajam denganujung kotak dan terpasang di luar mesin. “Flats”-nya dipasang di tengah (mid-mounted), tertekuk ke belakang dan tajam. Mempunyai sistem “airbrakes” yang dipasang di atas bodi pesawat, di belakang kokpit

HISTORY:
First Flight : (T10-1) 20 May 1977, (T10-3) 23 August 1979, (T-10S-1) 20 April 1981, (Su-27UB) 7 March 1985
Service Entry : December 1984

[]bCREW: one: pilot[/b]

ESTIMATED COST: $40 to $70 million

DIMENSIONS:
Length: 71.92 ft (21.94 m)
Lebar Sayap : 48.17 ft (14.70 m)
Height : (Su-27S) 19.42 ft (5.92 m); (Su-27UB) 20.83 ft (6.36 m)
Wing Area: 667.8 ft2 (62.04 m2)
Canard Area : not applicable

WEIGHTS:
Empty: (Su-27S) 36,115 lb (16,380 kg); (Su-27UB) 38,580 lb (17,500 kg)
Normal Takeoff : (Su-27S) 51,015 lb (23,140 kg); (Su-27UB) 53,220 lb (24,140 kg)
Max Takeoff: (Su-27S) 62,390 lb (28,300 kg); (Su-27S) 72,750 lb (33,000 kg) [final production lot]; (Su-27UB) 67,130 lb (30,450 kg)
Fuel Capacity : internal: 20,725 lb (9,400 kg), external: none
Max Payload: 8,820 lb (4,000 kg) normal load; 17,640 lb (8,000 kg) maximum allowable load

PROPULSION:
Powerplant: two Saturn/ Lyul'ka AL-31F afterburning turbofans
Thrust : 33,510 lb (149.06 kN); 55,116 lb (245.18 kN) with afterburner

PERFORMANCE:
Max Level Speed
at altitude: (Su-27S) 1,555 mph (2,500 km/h) at 36,090 ft (11,000 m), Mach 2.35; (Su-27UB) 1,335 mph (2,150 km/h) at 36,090 ft (11,000 m), Mach 2.0
at sea level: 870 mph (1,400 km/h), Mach 1.14
Initial Climb Rate: unknown
Tinggi maksimal: (Su-27S) 60,700 ft (19,000 m), (Su-27UB) 57,400 ft (17,500 m)
Jarak jangkau: 1,510 nm (2,800 km)
ferry: (Su-27S) 2,010 nm (3,720 km), (Su-27UB) 1,620 nm (3,000 km)
g-Limits: +9

ARMAMENT:
Gun: one 30-mm GSh-301 cannon (150 rds)
Stations : ten external hardpoints: two tandem under the fuselage centerline, two under the air ducts, four under the wings, two on the wingtips
Air-to-Air Missile: R-60/AA-8 Aphid, up to six R-27R/T AA-10 Alamo-A/B, up to four R-27ER/ET AA-10 Alamo-C/D, R-73/AA-11 Archer, R-33/AA-9 Amos
Air-to-Surface Missile: none
Bomb : free-fall, cluster bombs
Other: rocket pods, ECM pods
More about Su-27 FLANKER

Kapal selam kelas Virginia (SSN-774)

Kapal selam kelas Virginia (SSN-774)

Kapal selam kelas Virginia (SSN-774) merupakan kapal selam terbaru Amerika yang tercanggih saat ini. Virginia berharga lebih murah dibanding pendahulunya yakni kapal selam kelas Seawolf dimana produksinya hanya dibuat tiga buah. Virginia dilengkapi lapisan metal yang mampu menahan tekanan hingga kedalaman 800 kaki.

Virginia dapat menyerang sasaran darat maupun laut. Untuk menyerang sasaran darat, Virginia dilengkapi rudal jelajah Tomahawk , Virginia dilengkapi selusin peluncur vertikal (VLS- Vertical Launching System). Virginia dapat meluncurkan 16 Tomahawk secara salvo.
Sedangkan target-target di lautan berupa kapal permukaan ataupun kapal selam Virginia mempunyai torpedo Mk-48. Virginia dilengkapi dengan ranjau laut Mk60 CAPTOR

Class

Name: Virginia
Builders: General Dynamics Electric Boat, Northrop Grumman Newport News
Operators: Naval flag of United States United States Navy
Preceded by: Seawolf class attack submarine
In commission: 2004-10-23
Building: 3
Planned: 30
Completed: 5
Active: 5
General characteristics
Class and type: Attack submarine
Displacement: 7,900 tonnes (7,800 long tons)
Length: 377 feet (115 m)
Beam: 34 feet (10 m)
Propulsion: S9G reactor
Speed: >25 knots (46 km/h)
Range: unlimited except by food supplies
Test depth: > 800 ft (244 m)
Complement: 134
Armament:
-12xVLS (BGM-109 Tomahawk cruise missile) &
-4x533mm torpedo tubes (Mk-48 torpedo)
Notes: Ships in class include: Virginia, Texas, Hawaii, North Carolina, New Hampshire, New Mexico, Missouri, California, Mississippi, Minnesota, North Dakota

Kecanggihan Virginia terlihat pada beberapa desain baru yang diterapkan. Virginia bisa menjalankan fungsi infiltrasi dengan membawa kapal selam mini yang biasa digunakan unit khusus Amerika, U.S. Navy SEAL. Kapal selam mini ini dibawa di punggung Virginia lengkap dengan unit SEAL. Virginia juga dilengkapi Lockout Trunk yang berfungsi sebagai tempat keluar masuk Navy SEAL.

Jumlah sonar yang dibawa Virginia tergolong banyak, yakni tujuh buah ditambah dengan sonar tarik. Sonar tarik ini berfungsi menghapus kelemahan kapal selam pada umumnya yakni bagian ekor dimana tidak terdapat sensor.
Baling-baling Virginia dilengkapi dengan propulsor duct sebagai pelindung. Benda ini berbentuk tabung yang melindungi sekeliling baling-baling ekor.

Rudal tomahawk ini buat jarak jauh , mempunyai sistem akurasi yang baik untuk menyerang berbagai sasaran . Saat ini kemungkinan besar angkatan laut amerika serikat akan memakai misil ini untuk kepentingan AS . misil ini dapat memborbardir kemampuan udara musuh sekaligus pertahanannya
More about Kapal selam kelas Virginia (SSN-774)

USS Nassau

USS Nassau

USS Nassau berbobot 39,400 ton, panjang keseluruhan 249,9 meter dan lebar 31,8 meter, dioperasikan pada 28 Juli 1979. Kapal mampu membawa 80 perwira, 880 kelasi dan 1900 prajurit Marinir serta 200 kendaraan tempur.

USS Nassau terlibat sejumlah operasi militer, termasuk Pemboman Beirut, Desert Storm, Desert Shield, Kosovo, Enduring Freedom dan Operation Freedom.

LHA kelas Tarawa difungsikan kombinasi kemampuan Helicopter Carrier (LPH), Landing Platform Dock (LPD), Command Ship (LCC) dan Amphibious Cargo Ship (LKA) dengan lunas tunggal. Pada awalnya, kelas Tarawa direncanakan dibangun 9 kapal karena masalah anggaran hanya 4 kapal yang dibangun, USS Tarawa LHA 1(pensiun), USS Saipan LHA 2 (pensiun), USS Belleau Wood LHA 3 (pensiun), USS Nassau LHA 4 (pensiun) dan USS Peleliu LHA 5 (pensiun).

Kapal dipersenjatai 2 unit CIWS Phalanx 20 mm, 4 kanon Bushmaster 25 mm dan 2 unit pelucur RAM 21 cell. Pesawat yang dapat dibawa terdiri dari 8 AV-8B Harrier II, 35 helikopter termasuk CH-46 Sea Knight, CH-53 Sea Stalions, AH-1W Super Cobra, UH-1N Twin Huey dan V-22 Osprey.
More about USS Nassau