HIMARS (The high-mobility artillery rocket system)

HIMARS adalah akronim dari The high-mobility artillery rocket system atau Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi, merupakan anggota baru dari keluarga multiple-launch rocket system (MLRS). HIMARS adalah sistem roket artileri yang sangat mobile  yang menawarkan daya tembak layaknya MLRS dari atas chassis roda. HIMARS dikembangkan oleh Lockheed Martin dibawah program advanced concept technology demonstration (ACTD), digagas pada tahun 1996.
Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi
HIMARS adalah sistem roket artileri yang sangat mobile dengan daya tembak sekelas MLRS

Tujuan dibuatnya HIMARS adalah untuk memborbardir dan mengalahkan artileri, konsentrasi pertahanan udara, truk, baja ringan dan kendaraan angkut personel, serta pasukan dukungan dan konsentrasi pasokan. HIMARS memiliki kemampuan meluncurkan roket lalu kemudian bergerak menjauh dari daerah tersebut dengan kecepatan tinggi sebelum pasukan musuh menemukan lokasi peluncuran.


Pesanan dan Pengiriman HIMARS


Pada bulan Januari 2000, Lockheed Martin diberikan kontrak EMD (engineering and manufacturing development) untuk menyediakan enam unit peluncur HIMARS. Dua unit peluncur HIMARS di pesan dalam waktu 2 tahun oleh Korps Marinir AS untuk evalusi penggunaan.
HIMARS menembakkan roket
HIMARS menembakkan roket

Pada Maret 2003, Angkatan Darat dan Korps Marinir AS menandatangani kontrak untuk produksi rendah tingkat awal (LRIP) dari 89 peluncur HIMARS untuk Angkatan Darat dan 4 untuk Korps Marinir AS (USMC). Kontrak LRIP kedua muncul pada bulan Januari 2004, 25 unit untuk Angkatan Darat dan 1 untuk USMC. Kontrak ketiga kembali diberikan pada Januari 2005, 35 HIMARS untuk AD dan 1 untuk marinir.

Pada November 2004, HIMARS berhasil menyelesaikan tes awal operasional dan evaluasi (IOT & E).Tiga prototipe HIMARS berhasil dioperasikan dengan baik dalam pertempuran selama Operasi Pembebasan Irak.
"HIMARS menembakkan roket lalu bergerak ke wilayah lain dengan kecepatan tinggi"
Secara resmi, HIMARS mulai beroperasi pada bulan Juni 2005 di bawah komando Artileri Medan 27, Korps Airborne 18 di Fort Bragg, North Carolina. Kontrak penuh pertama diberikan pada bulan Desember 2005. Total, direncanakan 900 unit akan melengkapi Angkatan Bersenjata AS.
Himars menembakkan amunisi MLRS dengan jangkauan 300km
Himars menembakkan amunisi MLRS dengan jangkauan 300km

Korps Marinir pertama AS yang dilengkapi dengan HIMARS, Batalion 2 dari Resimen Marinir 14, dikerahkan ke Irak pada Juli 2007.

Pada September 2006, Uni Emirat Arab memesan 20 peluncur HIMARS lengkap dengan amunisi ditambah dengan 101 ATACMS block 1A, 101 ATACMS block 1A Unitary, 104 MLRS, 130 GMLRS dan 130 GMLRS unitary rocket. HIMARS pertama diterima UEA pada akhir 2009 dan pada 2011 total biaya pesanan UEA untuk HIMARS mencapai 752 juta dolar.

Pada Januari 2007, Lockheed Martin memperoleh kontrak lebih lanjut untuk memproduksi 44 unit HIMARS untuk Angkatan Darat AS dan 16 unit untuk korps marinir.

Pada bulan September 2007, Kongres AS telah diberitahu tentang rencana penjualan 18 peluncur HIMARS ditambah 32 Unitary GMLRS dan 30 MLRS practice rocket ke Singapura. Peluncur HIMARS pertama dikirim pada bulan Juli 2010. Ini ditugaskan dalam armada Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) pada September 2011.
Parade HIMARS menembakkan rudal ATACMS
Parade HIMARS menembakkan rudal ATACMS

Kontrak kembali diserahkan pada Januari 2009, 57 unit untuk Angkatan Darat AS dan 7 unit untuk Korps Marinir AS.

Pada bulan November 2010, BAE Systems menandatangani kontrak 16,3 juta dolar dengan US Army Tank-Automotive and Armaments Command (TACOM) untuk memasok 44 kendaraan tambahan HIMARS. Kontrak tersebut merupakan tindak lanjut atas kontrak 24 juta dolar pada Juni 2010 untuk 63 kendaraan HIMARS dan kit aplikasinya.
"Proses awal identifikasi target hingga peluncuran hanya membutuhkan waktu sekitar 16 detik"
Pada bulan Januari 2011, Angkatan Darat AS menempatkan kontrak sebesar 139,6 juta dolar dengan Lockheed Martin untuk 44 unit HIMARS, menambah total HIMARS yang dimiliki AD sebelumnya yaitu sebanyak 375. Pengiriman kemungkinan akan diselesaikan pada awal 2013 nanti. AD AS menerima HIMARS yang ke-400 pada September 2011.
sistem roket artileri mobilitas tinggi
HIMARS resmi digunakan AS pertama kali pada Juni 2005


Sistenm Kontrol Penembakan Roket HIMARS

HIMARS tetap mempertahankan fitur self-loading dan otonom yang sama diterapkan pada MLRS. Upgrade dari Improved launcher mechanical system (ILMS) dan electronics of the improved fire control system (IFCS), yang juga terpasang di peluncur M270 MLRS juga dipasang pada HIMARS.

Universal fire control system (UFCS) Lockheed Martin , yang merupakan upgrade evolusi lebih lanjut dari sistem kontrol tembak sebelumnya, telah diselesaikan dan lulus uji coba dan pada 2008 sudah dipasang pada produksi-produksi HIMARS selanjutnya. Sukses uji coba penembakan HIMARS dengan rudal ATACMS (pada Maret 2008) dan roket GMLRS (pada Mei 2008) tidak lain karena dukungan GPS UFCS terbaru.
menembakkan rudal dari kendaraan taktis FMTV
Tiga HIMARS menembakkan rudal dari kendaraan taktis FMTV

HIMARS dioperasikan oleh tiga kru - komandan, pengemudi dan penembak - tetapi dengan sistem kontrol tembak yang berbasis komputer memungkinkan hanya dua atau bahkan seorang kru untuk mengoperasikan HIMARS. Sistem kontrol tembak termasuk video, kontrol keyboard, gigabyte program penyimpanan dan global positioning system (GPS). Komputer kontrol tembak memungkinkan misi tembak dilakukan dalam mode otomatis atau mode manual.

Dalam suatu misi, pos komando dan kontrol akan mengirimkan data target melalui link data yang aman ke komputer on-board HIMARS. Komputer kemudian menontrol peluncur dan memberikan sinyal cepat untuk kru untuk bersiap dan menembak pada nomor yang sudah dipilih. Proses awal identifikasi target hingga peluncuran hanya membutuhkan waktu sekitar 16 detik.


Amunisi HIMARS

Selain amunisi standar MLRS, HIMARS mampu meluncurkan seluruh amunisi dari keluarga MLRS, termasuk roket extended-range, roket praktis reduced-range dan semua varian roket masa depan. HIMARS membawa 6 roket tunggal MLRS dalam 1 pack, atau satu roket army tactical missile system (ATACMS).
Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi
Bobot HIMARS 24.000 pon, setengah dari berat MLRS

Roket extended-range MLRS (ER-MLRS) meningkatkan jangkauan dari 32 km ke lebih dari 45km.
"Pada bulan April 2004, HIMARS berhasil uji tembak roket GMLRS, dengan jangkauan lebih dai 70 km"
Perpanjangan ukuran dari motor roket telah menjadikan pengurangan muatan untuk 518 granat M85, tapi dispersi dari granat ditingkatkan untuk efektivitas yang lebih baik dengan granat yang lebih sedikit.

Pada bulan April 2004, HIMARS berhasil uji tembak roket GMLRS, dengan jangkauan lebih dai 70 km.

Roket GMLRS dari Lockheed Martin memiliki GPS (global positioning system) dan paket bimbingan inersia dan canards kecil di moncong roket untuk meningkatkan akurasi. Roket GMLRS siap pakai pada bulan Desember 2002 dan diproduksi mulai April 2003.
menembakkan rudal jarak jauh dengan dipandu GPS
HIMARS menembakkan rudal jarak jauh dengan dipandu GPS

HIMARS juga mampu menembakkan rudal jarak jarak jauh ATACMS (army tactical missile system). Keluarga ATACMS meliputi Blok 1, Blok 1A dan 1A Blok Unitary. Rudal Blok 1 memiliki jangkauan lebih dari 165 km dan rudal Blok 1A memiliki jangkauan lebih dari 300km. Rudal Blok1A Unitary pertama kali digunakan dalam mendukung Operasi Pembebasan Irak pada Maret/April 2003.
"HIMARS mampu meluncurkan seluruh rudal dari keluarga rudal MLRS, termasuk rudal jarak jauh"
Program untuk mengembangkan rudal Blok II dan rudal Blok IIA dibatalkan pada Februari 2003.


Kendaraan

HIMARS membawa 6 roket dalam 1 pack dengan menggunakan truk kendaraan taktis menengah (FMTV) 6x6 all-wheel drive yang disuplai dari Armor Holdings Tactical Vehicle Systems Division (sekarang BAE Systems Mobility & Protection Systems), Texas.

Truk HIMARS berbobot sekitar 24.000 pon (sekitar 10.886 ton), lebih ringan dibandingkan dengan MLRS M270 yang seberat 44.000 pon (19.958kg).
meluncurkan roket dengan sistem IFCS
HIMARS meluncurkan roket dengan sistem kontrol tembak IFCS

HIMARS dapat ditransportasikan dengan pesawat C-130, yang memungkinkan HIMARS dapat berpindah ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak dapat diakses oleh pesawat yang lebih besar seperti C-141 dan C-5 (pesawat militer terbesar di dunia) yang diperlukan untuk mengangkut M270.
Karakteristik HIMARS
Kru3 awak - komandan, pengemudi dan penembak -
ProdusenLockheed Martin, HIMARS Vehicle, BAE Systems
Panjang7m
Lebar2,4m
Tinggi3,2m
Berat24.000 pon (10,886 ton)
Jarak tempuh480 km

Sumber : http://www.mobilbaja.blogspot.com/2012/08/himars-sistem-roket-artileri-mobilitas-tinggi.html

More about HIMARS (The high-mobility artillery rocket system)

RUDAL BALISTIK DF-21D CHINA


Sejak Perang Dunia II berakhir, kekuatan Angkatan Laut Amerika Serikat memang tidak terbantahkan dan kapal induk mereka telah menjadi mahkota dunia. Namun, hari-hari dominasi Amerika ini bisa berakhir dengan munculnya rudal balistik baru China yaitu DF-21d. Rudal DF-21d adalah satu-satunya rudal balistik darat yang mampu menenggelamkan sebuah kapal induk sebesar empat setengah hektar hanya dengan satu kali tembakan.

Rudal balistik DF-21D yang merupakan varian D dari rudal Dong Feng-21 adalah yang pertama di dunia sebagai rudal balistik anti kapal (ASBM-anti ship ballistic missile). Jangkauan maksimumnya hingga 3.000 km dan mampu membawa hulu ledak hingga 500 kiloton. Rudal ini dikembangkan oleh Changfeng Mekanika dan Akademi Teknologi Elektronik China sebagai bagian dari upaya modernisasi militer besar-besaran negara itu. Inisiatif difokuskan terutama pada pengembangan teknologi rudal yang luar biasa.

Rudal Balistik DF-21D China
Rudal Balistik DF-21D China
[Foto:chinasignpost.com]
China tidak menjelaskan cara kerja dari sistem rudal balistik baru ini. Para analis militer yakin bahwa semua itu tergantung China selama radar Horizon (OTH) mereka yang memantau wilyah 3.000 km dari Laut Cina Selatan, dimana wilayah tersebut diklaim oleh China. Sistem OTH memantulkan sinyal radar dari ionosfer untuk melihat kelengkungan bumi. Jika OTH mendeteksi suatu armada tempur kapal, sistem instigates dari perangkat satelit Yaogan yang mendeteksi daerah tersebut dan mengirimkan data untuk penargetan yang tepat.

Selain itu, ketika OTH mendeteksi armada yang mendekat, sistem ini akan meluncurkan serangkaian satelit mikro ke orbit rendah dimana hal tersebut akan membantu memperbaiki data penargetan lebih lanjut dan mengirimkan kembali data itu ke pusat komando darat. Selain semua itu, UAV juga akan diterbangkan untuk melacak armada tersebut. Setelah target terkunci, rudal diluncurkan dan hulu ledak dinavigasikan oleh radar aperture sintetis untuk menemukan kapal induk. Semua data yang dikirimkan adalah realtime, artinya minim kesalahan.

Kemampuan rudal balistik ini dapat digunakan secara efektif oleh China untuk melumpuhkan intervensi kapal-kapal induk Amerika Serikat, katakanlah di selat Taiwan karena saat ini disinilah kemungkinan terjadinya bentrok antara militer China dan Amerika. Rudal balistik DF-21d ini juga dapat digunakan China sebagai "tongkat perintah" untuk menyelesaikan sengketa teritorial lokalnya.

Sumber : http://www.mobilbaja.blogspot.com/2012/08/rudal-balistik-df-21d-china.html
More about RUDAL BALISTIK DF-21D CHINA

PECHORA-2M


Peluncur Pechora-2M

Pechora-2M adalah sistem pertahanan udara berbasis permukaan yang didesain untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajahrudal balistikhelikopter serang dan sasaran udara lainnya di ketinggian rendah dan medium. Pechora 2M dibangun dan diproduksi oleh Rusia.

Sistem komando Pechora-2M berada pada jarak 300 meter dari peluncur rudal. Komandan mengirimkan perintah melalui telecode dan jaringan optronik, yang mana menghalangi telekomunikasi dan keterlibatan peralatan kontrol dari sistem ECM musuh, yang tentunya untuk meningkatkan keselamatan personel dalam kasus serangan udara.

Jaringan optronik Pechora 3-M terdiri dari satu saluran TV dan satu saluran thermal imaging, yang memungkinkan untuk menyerang dan menghancurkan target udara di siang dan malam hari dalam kondisi peperangan elektronik. Hasilnya, Pechora-2M mampu menekan jet tempur F-16 pada jarak 30 km dan pesawat yang lebih besar pada jarak 35 km.

Untuk alasan yang terakhir inilah negara-negara CIS membeli Pechora-2M, daripada sistem S-300 atau S-400 yang lebih mahal. Walaupun begitu, S-300 dan S-400 tetap lebih unggul dari sistem ini

Pechora-2M mampu didistribusikan hanya dalam waktu 20-25 menit, berbeda dengan pendahulunya yang membutuhkan waktu tiga jam. Untuk sistem pertahanan udara, cepatnya proses distribusi ini sangat penting, karena pertempuran udara tidak berlangsung lama, sistem pertahanan udara juga harus menghindari tembakan balasan dari musuh. Semakin cepat sebuah sistem pertahanan udara bergerak menjauh dari lokasi tembak sebelumnya, semakin besar kesempatannya untuk ikut kembali di pertempuran lainnya.

Pechora-2M dilengkapi dengan mikroprosessor mutakhir dan sistem jam-resistant baru yang dapat mengatasi rudal dan sistem ECM (Electronic Counter-Measures). Analis militer mengingatkan bahwa Amerika Serikat telah menggunakan rudal anti-radar Shrike terhadap sasaran-sasaran di Vietnam. Namun saat ini sudah berubah, bahkan rudal canggih anti-radar HARM tidak mampu melumpuhkan Pechora 2-M karena akan menghilang dari layar. Tidak seperti pendahulunya yang hanya memiliki jangkauan 26 km, sistem SAM (surface-to-air missile) ini mampu memukul pesawat musuh pada jarak 35 km.

Pechora-2M menggunakan dua rudal berbeda. Rudal V-600, berhulu ledak ringan hanya 60 kg (High Explosive / HE) yang memiliki jangkauan 5 km. Dan versi rudal yang terbaru adalah V-601 yang memiliki panjang 6,09 m, rentang sayap 2,2 m dan diameter 0,375 m. Berat rudal ini 953 kg dengan  70 kg hulu ledak yang mengandung 33 kg HE dan 4.500 fragmen. Jangkauan minimumnya 3,5 km dan jangkauan maksimumnya 35 km. Ketinggian intersepnya antara 100 m hingga 18 km. Selain kedua rudal diatas, Pechora-2M bisa lebih efektif bila menggunakan rudal 5V27D dan 5V27DE yang mana keduanya adalahupgrade dari rudal 5V27.

Sumber : http://www.mobilbaja.blogspot.com/2013/04/sistem-pertahanan-udara-pechora-2m.html
More about PECHORA-2M

MERIAM HOWITZER D-30


Howitzer D-30 atau 122 mm D-30 (Grau indeks 2A18), adalah meriam Howitzer Soviet yang pertama kali mulai digunakan pada tahun 1960-an. Ini adalah artileri yang relatif ringan dan cukup efektif. D-30memiliki jangkauan maksimum 15,4 kilometer dan dapat melebihi 21 km bila menggunakan amunisi RAP.

Dengan sistem tiga kaki yang mencolok, D-30 sangat stabil sehingga untuk berputar dalam lingkaran 360 derajat adalah hal yang mudah dan cepat. Meski tak lagi diproduksi di bekas-bekas negara Uni Soviet, D-30 masih diproduksi secara internasional dan masih dalam layanan Angkatan Bersenjata lebih dari 60 negara.

Meriam 2A18 adalah senjata utama dari Howitzer. Beberapa negara seperti Mesir, China dan Suriah memakai dan memproduksi varian Howitzer yang berbeda.

4 personil mengoperasikan Howitzer

More about MERIAM HOWITZER D-30

PELUNCUR GRANAT RPG-32 "HASYIM"


Rusia

Peluncur Granat RPG-32 "Hasyim" serbaguna (multipurpose) dikembangkan antara tahun 2005 dan 2007 oleh sebuah organisasi Rusia milik negara FGUP 'Bazalt' karena permintaan dibawah kontrak atas Yordania dan Meksiko. Setelah peluncur granat RPG-32 telah diberikan pada tahun 2008, produksi massal RPG-32 dan amunisinya mulai dibuat sendiri oleh Yordania dan Meksiko di bawah lisensi Rusia. Di Argentina RPG-32 dibuat oleh "BUMN" Argentina yaitu "FMFLB" untuk angkatan darat Argentina dan Marinir. Pada tahun 2010 lalu, Rusia memasok Libanon dengan 1500 unit RPG-32.

Peluncur granat/roket RPG-32 "Hasyim" telah diperkenalkan secara umum pada 2008 lalu. Dinamai "Hasyim" karena permintaan kontrak dari Yordania merujuk kepada salah satu nama kakek buyut nabi Muhammad. Fitur utama dari RPG-32 "Hasyim" dapat menggunakan roket 2 kaliber sekaligus yaitu 72, 5 dan 105. Semua pengoperasian kaliber dilengkapi dengan starter.

RPG-32 dilengkapi dengan penglihatan reflektor standar sehingga pengguna (grenadier) tidak perlu menutup satu mata ketika membidik sasaran. Ketika dibawa, reflektor dilipat dalam peluncur. Modus malam juga dapat dipasang. Jadi RPG-32 "Hasyim" adalah peluncur roket yang mudah dioperasikan, mudah di mobilisasi dan efektif untuk MBT modern, kendaraan tempur lainnya, pasukan di balik bangunan dan bunker. RPG-32 beroperasi dengan 2 putaran amunisi hulu ledak thermobaric yang dirancang untuk dapat menembus lapis baja setebal 700mm

Rusia

Karakteristik
Kaliber: 72-105 mm
Panjang dengan kontainer: 1200 mm
Berat Peluncur: 6-10 kg
Jangkauan: hingga 700 m

More about PELUNCUR GRANAT RPG-32 "HASYIM"

RUDAL BALISTIK SUPERSONIK "KHALIJ FARS" IRAN


Rudal Khalij Fars atau rudal Teluk Persia merupakan rudal balistik supersonik anti-kapal yang dirancang untuk menghancurkan target dan kekuatan musuh di laut. Rudal yang dibuat berdasarkan rudal Fateh-110 pertama kali diresmikan pada Februari 2011 bersamaan dengan pengumuman oleh petinggi militer Iran yang menyatakan bahwa mereka tengah memproduksi rudal itu secara massal. Kantor berita Iran juga merilis rekaman rudal yang berhasil menghantam kapal sasaran.
Rudal ini pertama kali diuji coba saat latihan Payambar-e Azam 3 (Nabi Besar 3) Angkatan Laut Iran pada tahun 2008. Namun hanya ada dua uji coba yang dipublikasikan dari rudal ini. Satu dilakukan pada bulan Juli 2011 dan lainnya dilakukan pada Juli 2012 saat latihan Payambar-e Azam 7 (Nabi Besar 7). Uji coba yang terakhir juga menunjukkan rekaman yang diambil melalui elektro-optik rudal yang mengunci target.

Dalam uji coba kedua, rudal Khalij Fars ini memukul dan menghancurkan sebuah kapal yang bergerak dengan tingkat presisi 30 meter (latihan Payambar-e Azam 7). Dengan hasil ini, Iran sebenarnya sudah mencapai kesuksesan besar. Meskipun pemerintah Iran masih menuntut agar tingkat presisi ditingkatkan lagi menjadi kurang dari 10-15 meter. Kurang dari enam bulan selepas uji coba kedua, para ahli rudal Iran akhirnya berhasil meningkatkan presisi rudal ini menjadi kurang dari 8,5 meter.
Rudal balistik Khalij Fars dengan proyektil supersonik membawa hulu ledak seberat 650 kilogram, kombinasi sistem bimbingannya pintar dan mampu menghindari intersep oleh sistem anti-rudal sekaligus fitur sistem presisinya tinggi. Rudal Khalij Fars adalah rudal tercanggih dan paling penting bagi Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC).
Ciri khas dari rudal ini terletak pada kecepatan dan lintasan supersoniknya. Sementara rudal lain sebagian besar melintas pada kecepatan subsonik dan gaya jelajah, rudal Khalij Fars bergerak secara vertikal setelah diluncurkan, melintas pada kecepatan supersonik, menemukan target melalui sistem cerdas, mengunci target dan memukulnya. Jangkauan rudal satu tahap dan berbahan bakar padat ini adalah 300 km dan dapat ditembakkan dari peluncur triple (tiga).

Rudal Khalij Fars

"Rudal Teluk Persia (Khalij Fars) bahkan memukul dan menghancurkan terget yang beberapa kali lebih kecil dari target laut yang dapat menimbulkan ancaman," ujar Panglima Angkatan Udara IRGC Iran Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan saat tahap akhir dari latihan perang Payambar-e Azam 7 pada 4 Juli 2012.

"Dan ketika rudal Teluk Persia mulai digunakan oleh Angkatan Laut IRGC, negara-negara trans regional pun memulai hitungan mundur untuk mengakhiri misi kapal perang mereka," kata Hajizadeh.

Juga di bulan yang sama, Panglima Angkatan Laut IRGC Iran Laksamana Ali Fadavi menggarisbawahi kemampuan pertahanan dan kekuasaan tinggi Iran, dan mengatakan bahwa rudal yang baru dikembangkan (Khalij Fars) akan membuat musuh mengubah perhitungannya karena tidak terbiasa dengan fitur unik dari rudal ini. Analis pertahanan Israel sendiri menjelaskan bahwa rudal Khalij Fars akan membahayakan kapal induk AS di selat Hormuz.

"Rudal Khalij-e Fars telah dikembangkan dengan cara berbeda dari tren rudal kebanyakan dan akan mengubah perhitungan musuh," kata Fadavi kala itu.

Mengacu pada kekuatan rudal Iran, Fadavi mengatakan bahwa republik Islam Iran sekarang sudah mampu memproduksi rudal supersonik dengan jangkauan 200 kilometer lebih yang dapat dipasang pada kapal-kapal kecepatan tinggi Iran.


Sumber : http://www.mobilbaja.blogspot.com/2013/06/rudal-balistik-supersonik-khalij-fars-iran.html
More about RUDAL BALISTIK SUPERSONIK "KHALIJ FARS" IRAN

RUDAL BALISTIK ANTARBENUA TOPOL-M


Topol-M (kode nama NATO:SS-27) adalah rudal balistik antarbenua (ICBM - intercontinental ballistic missile) yang saat ini berada dalam layanan pasukan Roket Strategis Rusia (RVSN). Topol-M dikembangkan oleh Institut Teknologi Termal Moskow (MITT) dan merupakan versi upgrade dari rudal Topol RS-12M.

Topol-M adalah ICBM pertama kali yang dikembangkan oleh Rusia setelah pecahnya Uni Soviet. Rudal ini diluncurkan dari silo bawah tanah -Silo=bangunan bawah tanah tempat peluru kendali-.

Sekitar 52 rudal Topol-M peluncuran silo (silo-based) dan 18 Topol-M bergerak (mobile) sudah melengkapi Angkatan Darat Rusia per Januari 2011. Sebanyak 450-500 rudal diharapkan akan dikerahkan antara 2015 dan 2020.

Pengembangan Topol-M

Pengembangan Topol-M digagas oleh MITT dan Biro Desain Yuzhnoye pada akhir tahun 1980-an. Namun, Yuzhnoye yang merupakan perusahaan Ukraina, menarik diri dari program, dan semua dokumentasi diambil oleh MITT pada tahun 1992, menyusul pembubaran Uni Soviet.

Pengembangan Topol-M dikonsolidasikan dan telah disetujui oleh pemerintah Rusia pada tahun 1993. Konsorsium dipimpin oleh produsen MITT dengan melibatkan sekitar 500 perusahaan Rusia. Perakitan akhir dibuat di Pabrik Mekanik Votkinsk.

Rudal Balistik Antar Benua Topol-M

Topol pertama diuji coba pada bulan Desember 1994. Resimen silo-based pertama dinyatakan operasional pada tahun 1998. Sistem rudal antarbenua ini secara resmi diterima ke dalam layanan pada bulan April 2000.

Tes pertama dari Topol-M peluncur mobile dilakukan pada bulan April 2004. Versi pertama dari Topol jenis ini diserahterimakan kepada Federasi Rusia pada tahun 1995.

Tiga unit Topol-M pertama peluncuran mobile memasuki layanan dengan unit rudal Rusia dan ditempatkan dekat kota Teykovo pada bulan Desember 2006. RS-24, varian multiwarhead dari rudal Topol-M, pertama kali diuji tembak dari situs peluncuran Utara pada Mei 2007. Sebuah varian rudal Topol yang mampu membawa beberapa hulu ledak independen.

Fitur ICBM Topol-M

Topol-M adalah ICBM solid-propelan tiga tahap. Membawa hulu ledak nuklir tunggal di bawah perjanjian pengawasan senjata AS-Rusia. Di desain dapat membawa hulu ledak MIRV. Kisaran jangkauan Topol-M adalah 11.000 km dengan kecepatan 17.400 km/jam.

Rudal ini diluncurkan dengan menggunakan booster khusus yang disebut PAD yang merupakan tahap pertama untuk menembak ke udara dengan mendorong rudal keluar dari wadah penyimpanan (kontainer). Motor ini dikembangkan oleh Soyuz Federal Centre for Dual-Use Technologies.

Rudal Balistik Antar Benua Topol-M

Topol-M dibimbing oleh sistem navigasi otonom digital inersia menggunakan receiver GLONASS onboard. Waktu pembakaran mesin diperpendek untuk menghindari deteksi selama fase dorongan oleh satelit surveilans peluncuran rudal di masa sekarang dan masa depan.

Topol-M dapat melakukan manuver untuk mengelak dari tembakan rudal pencegat (sistem rudal pertahanan udara). Lintasan balistik Topol-M yang datar menjadikan rudal anti-balistik (ABM) sulit mengintersepnya.

Rudal antarbenua ini juga terlindung dari radiasi, electromagnetic pulse (EMP) dan ledakan nuklir, dan mampu menahan tembakan dari senjata/teknologi laser.

Platform Peluncuran Topol-M

Terdapat sekitar sepuluh silo-based yang terisolasi di Rusia untuk meluncurkan rudal ini. Silo bawah tanah ini awalnya dikembangkan untuk rudal R-36M dan UR-100N. Elemen-elemen pada silo yang berharga mahal tetap digunakan seperti protective covers dan sistem kontrol dengan sedikit perubahan. Dari silo-based, Topol-M tetap memakai kontrol peluncuran dan sistem komunikasi yang sudah ada (untuk R-36M dan UR-100N).

Situs peluncuran bawah tanah ini terdiri dari bunker kontrol dan komando, keamanan, power supply dan sistem deteksi ledakan nuklir. Komplek peluncuran ini didesain dapat menahan serangan tinggi senjata-senjata konvensional.

Rudal Balistik Antar Benua Topol-M

Rudal Topol-M versi peluncuran mobile ditembakkan dari sebuah tabung peluncur transporter erektor (TEL) yang dipasang pada truk besar MZKT-79921, sebuah truk delapan poros yang dimodifikasi. TEL ini dikembangkan oleh Biro Desain Pusat Titan dan diproduksi di pabrik Barrikady.

Topol-M mobile dapat diluncurkan setiap saat, bahkan pada saat melalui medan yang buruk. Chassis-nya dengan jack untuk peluncuran. Dilengkapi Gas Onboard dan sistem hidrolik untuk tetap mempertahankan ketinggian kontainer peluncuran.

Karakteristik dan Spesifikasi

Tipe: Intercontinental ballistic missile
Asal: Rusia
Pengembang: Moscow Institute of Technology Thermal (MITT)
Operator: Angkatan Darat Rusia
Panjang: 22,7 m
Diameter: 1,9 m
Kecepatan: 17.400 km /jam
Jangkauan: 11.000 km
More about RUDAL BALISTIK ANTARBENUA TOPOL-M