AQM-34L COMPASS BIN

AQM-34L COMPASS BIN [FIREBEE II]

Drone intai AQM-34L dikembangkan dari drone target subsonic bermesin jet BQM-34A yang diproduksi pada 1960. Pesawat ini adalah seri remotely piloted vehicles (RPV) yang digunakan untuk pengintaian selama Perang Vietnam. Ryan memodifikasi Firebee standar agar dapat terbang secara otomatis, ter-pre-program dan mampu melakukan misi pengintaian jarak jauh. Dua puluh delapan varian dengan tujuan spesifik telah dikembangkan untuk mengumpulkan informasi inteligen fotografis, inframerah dan elektronik; untuk membawa peralatan electronic countermeasures dan berperan sebagai decoy untuk menyelidiki pertahanan musuh.

AQM-34L diluncurkan dan dikontrol dari pesawat direktor DC-130 dan terbang pada ketinggian rendah untuk memfoto daerah Vietnam Utara. Setelah misi selesai, UAV ini diarahkan ke tempat aman dan didaratkan dengan parasut. Selama konflik Vietnam, lebih dari seribu UAV milik Ryan diluncurkan dan membuat 3,435 misi dengan jarak jangkau total 1.400 nm. Misi-misi-nya didukung oleh para teknisi dan spesialis Ryan.

SPECIFICATIONS
Span: 12 ft. 11 in.
Length: 22 ft. 11 in.
Height: 6 ft. 7 in.
Weight: 2,062 lbs. loaded
Armament: None
Engine: Continental J69-T-29 of 1,700 lbs. thrust

PERFORMANCE
Maximum speed: 580 mph.
Stalling speed: 203 mph.
Range: 600 miles
Service Ceiling: 51,300 ft.
More about AQM-34L COMPASS BIN

AMX-30

AMX-30 Main Battle Tank

Setelah kegagalan proyek tank AMX 50, Perancis sempat bekerja sama dengan Jerman dan Italia dalam satu proyek tank gabungan. Namun akhirnya proyek tersebut gagal dan Jerman memutuskan untuk mengembangkan tank Leopard 1 dan Perancis membuat tank AMX-30.

MBT pertama Perancis ini mulai diproduksi pada tahun 1966 dan dibuat sebanyak 3.571 unit dalam berbagai varian. Selain digunakan oleh Perancis, tank ini juga diekspor ke negara-negara seperti Yunani, Spanyol, Saudi Arabia, Venezuela, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Chili. Pada tahun 1990-an, sejumlah tank AMX-30 milik Yunani dijual kepada Siprus; sementara 32 unit tank milik Uni Emirat Arab dijual kepada Bosnia. Perancis sendiri saat ini sudah menggunakan tank Leclerc sebagai MBT mereka, namun sekitar 250 unit AMX-30 masih disimpan sebagai kekuatan pasukan cadangan AS.

Sama halnya seperti tank Leopard 1, AMX-30 juga bisa dikatakan hampir tidak pernah digunakan dalam pertempuran yang sesungguhnya. Satu-satunya perang yang pernah melibatkan tank ini mungkin hanya Perang Teluk tahun 1991, ketika sejumlah tank AMX-30 milik Perancis dan Qatar terlibat dalam pertempuran melawan pasukan Irak.

Specification (AMX-30B2)
Crew : 4
Armament :
Main : 1 x 105mm gun
Co-axial : 1 x 20mm cannon
Anti-aircraft : 1 x 7.62mm machine gun
Combat weight : 36,000 kg
Length : 9.48 m
Width : 3.10 m
Height : 2.85 m
Powerpack :720 hp Hispano Suiza HS-110 multi-fuel engine
Maximum road speed : 65 km/h
Range : 600 km
More about AMX-30

M8 Armored Gun System

M8 Armored Gun System

Pada tahun 1980-an Angkatan Darat AS menyadari bahwa mereka membutuhkan pengganti tank ringan M551 Sheridan yang sudah digunakan sejak Perang Vietnam. Sebagai bagian dari program Close Combat Vehicle – Light (CCV-L) maka kemudian M8 Armored Gun System buatan United Defense yang dipilih oleh US Army. Karena ditujukan sebagai pengganti M551 Sheridan, M8 juga dirancang sebagai tank ringan yang memiliki kemampuan lintas udara.

M8 menggunakan teknologi automatic loader sehingga cukup diawaki tiga orang saja. Persenjataan utama M8 adalah sepucuk meriam kaliber 105mm buatan Rheinmetall dengan 21 butir peluru siap tembak dan sembilan butir peluru lainnya sebagai cadangan. M8 juga dipersenjatai dengan sepucuk senapan mesin berat kaliber 12,7mm dan sepucuk senapan mesin ringan kaliber 7,62mm.

Salah satu fitur unik M8 adalah lapisan armor yang bersifat modular sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi. Jika menggunakan armor level I, bobot tempur kendaraan menjadi sekitar 18 ton. Armor level I ini tahan terhadap tembakan senapan mesin ringan dan pecahan peluru artileri. Apabila menggunakan armor level I, maka M8 dapat diangkut dan diterjunkan dengan menggunakan pesawat C-130 Hercules.

Jika dirasakan menghadapi musuh yang lebih kuat, maka M8 dapat menggunakan armor level II yang tahan terhadap tembakan senapan mesin berat. Bobot kendaraan naik menjadi sekita 20 ton dan walaupun masih dapat diangkut dengan menggunakan pesawat C-130, namun M8 dengan armor level II hanya dapat didaratkan secara air landed. Armor level III adalah lapisan pelindung yang paling kuat yang dapat digunakan pada M8. Armor level III tahan terhadap tembakan RPG-7, namun bobot kendaraan menjadi 23 ton dan mengakibatkan M8 kehilangan kemampuan lintas udara.

Prototype M8 berhasil dibuat pada tahun 1992, namun kemudian Militer AS mengalami pemotongan anggaran pada masa pemerintahan Bill Clinton. Program pengembangan M8 pun akhirnya dihentikan pada tahun 1996. Seiring dengan pembatalan program M8 dan dipensiunkannya M551 Sheridan, maka praktis pasukan lintas udara AS tidak lagi mengoperasikan kendaraan lapis baja. US Army sendiri kemudian akhirnya mengoperasikan M1128 Mobile Gun System yang merupakan salah satu varian dari kendaraan tempur Stryker.

Specification :
Crew : 3
Armament :
Main : 1 x 105mm gun
Co-axial : 1 x 7.62mm machine gun
Anti-aircraft : 1 x 12.7mm machine gun
Combat weight : 18,052 kg
Length : 8.85 m
Width : 2.62 m
Height : 2.38 m
Powerpack : 765 hp Detroit Diesel 6V-92TA 6-cylinder multi-fuel diesel engine
Maximum road speed : 72 km/h
Range : 483 km
More about M8 Armored Gun System

Osorio Main Battle

Osorio adalah Main Battle Tank yang dikembangkan oleh perusahaan Engesa dari Brazil. Engesa sendiri adalah sebuah perusahaan Brazil yang memproduksi sejumlah kendaraan lapis baja seperti panser EE-3 Jararaca dan EE-9 Cascavel, serta APC EE-11 Urutu.

MBT ini mulai dirancang pada tahun 1982. Dalam pengembangan tank ini, Engesa banyak bekerja sama dengan perusahaan dari negara-negara Eropa seperti Vickers dari Inggris dan Dunlop dari Eropa. Prototype pertama tank ini muncul pada tahun 1985 dan diberi nama EE-T1 Osorio. Varian pertama ini dipersenjatai dengan meriam L7A1 kaliber 105mm yang banyak digunakan pada MBT buatan negara-negara barat. Setahun kemudian muncul prototype varian EE-T2 yang dipersenjatai dengan meriam kaliber 120mm buatan GIAT Industries, sama seperti yang digunakan pada MBT Leclerc.

Osorio adalah MBT yang sangat canggih, dilengkapi dengan sistem persenjataan yang terintegrasi dengan komputer dan sistem pembidikan yang tidak kalah dengan MBT buatan negara-negara Barat. Hal ini tidak mengherankan karena Engesa sendiri menghabiskan biaya lebih dari 100 juta dollar AS untuk penelitian dan pengembangan Osorio. Sejumlah negara pun kemudian tertarik untuk membeli tank ini, seperti Arab Saudi, Libya, dan Irak.

Pada tahun 1989 pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan membeli 318 unit tank ini dengan nilai kontrak mencapai 7,2 milyar dollar AS. Namun situasi politik dunia kemudian berubah seiring dengan berakhirnya perang dingin. Pemerintah Arab Saudi kemudian membatalkan rencana pembelian tank tersebut karena faktor politis, yaitu Perang Teluk tahun 1991. Sebagai imbalan atas bantuan pasukan AS, maka pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk membeli tank M1A1/M1A2 Abrams. Libya dan Irak pun batal membeli karena embargo senjata, sementara pemerintah Brazil sendiri akhirnya membeli tank M60 Patton bekas AS dan Leopard 1 bekas Belgia.

Pembatalan tersebut tidak hanya menjadikan Osorio batal diproduksi, tetapi sekaligus mengakibatkan perusahaan Engesa bangkrut pada tahun 1993.

Specification (EE-T2) :
Crew : 4
Armament :
Main : 1 x 120mm gun
Co-axial : 1 x 7.62mm machine gun
Anti-aircraft : 1 x 12.7mm machine gun
Combat weight : 41,000 kg
Length : 10.10 m
Width : 3.26 m
Height : 2.89 m
Powerpack : 765 hp Deutz MWM TBD-234-V12 diesel engine
Maximum road speed : 70 km/h
Range : 550 km
More about

Vickers Vimy

Vickers Vimy

Vickers Vimy dirancang oleh Reginald Vickers Kirshaw Pierson untuk mempersenjatai Inggris dalam WW1, pesawat ini pembom mampu melakukan terbang danbisa mencapai jauh ke wilayah Jerman. Vimy Vickers pertama terbang pada November 1917. The Vimy tetap aktif senbagai pembom RAF sampai 1929 dan kemudian digunakan sampai tahun 1938 sebagai target latihan.

Vickers Vimy di atas adalah pesawat yang digunakan oleh Alcock dan Brown untuk mememecahkan rekor penerbangan Transatlantic dan dipamerkan di Musium Sains London.

Spesifikasi:
Panjang: 43 ft 7 in (13,28 m)
Lebar sayap: 68 kaki 1 in (20,75 m)
Tinggi: 15 ft 8 in (4.77 m)
Area sayap: 1.330 ft ² (123,56 m²)
Berat kosong: £ 7.104 (3.222 kg)
Berat maksimum lepas landas: £ 10.884 (4.937 kg)
Mesin: Twin 360 hp (268,45 kW) Rolls-Royce Eagle VIII cair didinginkan mesin V12
Kecepatan maksimum: 100 mph (161 km / jam)
Range: 900 mil (1.448 km)
ketinggian maksimal 7.000 kaki (2.134 m)
More about Vickers Vimy

T-95

T-95

Setelah kabut misteri kedigdayaan tank Rusia hilang begitu Perang dingin usia, kini kaum kamerad menciptakan teka teki baru. Teka teki itu adalah kemunculan Main Battle Tank anyar. Tak tanggung-tanggung, ada dua tipe sekaligus yang dilansir. Mereka adalah Uralgonzavod T-95 dan program Omsk Chiorny Oriol (Black Eagle).

Namanya juga barang gress. Jadi logis saja bila detil teknisnya masih terbatas. Dari kedua tipe yang disebutkan tadi, predikat pionir digondol Black Eagle. Pertama kali dipergoki khalayak ramai pada tahun 1997, ia sudah bikin heboh banyak orang. Penyebabnya adalah bagian kubah yang demikian ramping itu di tutupi selimut kamuflase. Jelas langkah ini membuat penasaran kalangan intel barat.

Beruntung ada sedikit petunjuk yang diberikan. Desain anyar kubah serta bodi Black Eagle dibuat untuk menyokong kanon generasi terbaru Rusia. Tak main-main, nantinya ia akan menyusun meriam berukuran 152 mm. Artinya jauh lebih dahsyat ketimbang tank-tank asal barat yang rata-rata meriamnya masih bermain di kelas 120 mm.

Masih belum cukup, hanya berselang selama tiga tahun, lagi-lagi Rusia meluncurkan prototype MBT barunya yaitu T-95 terobosan yang di terapkan juga sama heboh dengan Black Eagle. Kubah pada varian terakhir keluarga besar T tadi dibuat tak berawak (unmanned) artinya seluruh kinerja kubah yang mengadopsi kanon kaliber 135 mm ini dilakukan secara otomatis
Tak kalah menariknya seluruh awak ditempatkan pada satu lokasi di bagian bawah lambung tank. Bagian ini sekaligus juga berfungsi sebagai kapsul penyelamat.
More about T-95

MiG-31 FOXHOUND

MiG-31 FOXHOUND (MIKOYAN-GUREVICH)

Pesawat interseptor pertahanan udara milik Rusia yang paling “mampu”, Foxhound” mempunyai sebuah kemampuan pengejaran/penguncian target multiple dan merupakan pesawat tempur Soviet pertama yang benar-benar mempunyai kemampuan look-down dan shoot-down. Kunci dari efektivitas MiG-31 adalah radar antena array bertahap tetap Zaslon (Zaslon fixed phased array antenna radar) yang diberi nama kode “Flash Dance” oleh NATO, yang disebut sebagai radar pesawat tempur yang paling hebat. Mesin Soloviev D-38F6 baru telah dispesialkan untuk MiG-31 dengan tujuan untuk menambah jarak jangkau. Pada 1987, lebih dari 150 FOXHOUND yang dioperasikan di beberapa lokasi dari area Arkhangelsk di barat laut USSR sampai timur jauh Soviet. FOXHOUND di dedikasikan untuk misi pertahanan udara dalam negeri Soviet. FOXHOUND membawa misil udara-ke-udara jarak-jauh AA-9 dan dapat menyerang 4 target dalam waktu bersamaan dengan M-9.

Saya pesawat ini dipasang di bagian atas bodi pesawat dan tertekuk ke belakang dengan ujung kotak dan sebuah “slant” negatif. Terdapat 4 tiang di bawah sayap. Terdapat dua mesin turbofan di dalam bodi pesawat. Lubang pengeluaran (exhaust) diperpanjang melebihi ekor pesawat. Bodi pesawat berbentuk segi empat setelah lubang saluran udara hingga “exhaust” dan memiliki hidung runcing yang panjang. Sirip ekor tajam di bagian belakang dengan ujung kaku dan miring ke luar. Flats-nya menekuk ke belakang dan tajam, dan dipasang agak menengah-rendah pada bodi pesawat. 

Pada 1992, Cina mencapai kesepakatan dengan Russian Federation untuk membeli 24 buah MiG-31 Foxhound. MiG-31 diharapkan dapat dirakit di Shenyang, dengan kecepatan produksi 4 per bulan pada tahun 2000. Pesawat terakhir dikirim pada tahun 2000. Berdasakan beberapa laporan, kesepakatan itu termasuk sebuah lisensi untuk membangun 700 pesawat, dan proyek ini diperkirakan dapat membuat setidaknya 200 pesawat sampai 2010.

Fase pertama tes jet tempur jarak-jauh multiperan kecepatan tinggi MiG-31BM yang sudah diupgrade diselesaikan pada pertengahan 1999. Perbedaan utama antara MiG-31P dan MiG-31BM baru adalah MiG-31BM mempunyai kemampuan untuk menghancurkan target baik di udara maupun darat. Desainer dan pembuat MiG-31 mengharapkan modifikasi baru akan menghasilkan penjualan internasional. MiG-31BM baru dilengkapi dengan sistem komputer canggih di dalamnya dan sebuah radar dengan array terfase yang memungkinkan pilot untuk mengaktifkan mode penembakan udara-ke-udara dan udara-ke-daratan secara bersamaan. Ketika beroperasi dengan target-target udara, Mig-31 BM dapat mengintersep sampai 24 target dalam waktu bersamaan.

Specifications (MiG-31)

General characteristics
Crew: Two (pilot and weapons system officer)
Length: 22.69 m (74 ft 5 in)
Wingspan: 13.46 m (44 ft 2 in)
Height: 6.15 m (20 ft 2 in)
Wing area: 61.6 m² (663 ft²)
Empty weight: 21,820 kg (48,100 lb)
Loaded weight: 41,000 kg (90,400 lb)
Max takeoff weight: 46,200 kg (101,900 lb)
Powerplant: 2× Soloviev D-30F6 afterburning turbofans
Dry thrust: 93 kN (20,900 lbf) each
Thrust with afterburner: 152 kN (34,172 lbf) each
Performance
Maximum speed:
High altitude: Mach 2.83 (3,000 km/h, 1,860 mph)
Low altitude: Mach 1.2 (1,500 km/h, 930 mph)
Combat radius: 720 km at Mach 2.35 (450 mi)
Ferry range: 3,300 km (2,050 mi)
Service ceiling 20,600 m (67,600 ft)
Rate of climb: 208 m/s (41,000 ft/min)
Wing loading: 665 kg/m² (136 lb/ft²)
Thrust/weight: 0.85
Maximum g-load: 5 g
Armament
1x GSh-6-23 23 mm cannon with 260 rounds.
Fuselage recesses for four R-33 (AA-9 'Amos') or (for MiG-31M/BM only) six R-37 (AA-X-13 'Arrow') long-range air-to-air missiles.
Four underwing pylons for a combination of:
two R-40TD1 (AA-6 'Acrid') medium-range missiles, and
2x2 R-60 (AA-8 'Aphid') or R-73 (AA-11 'Archer') short-range IR missiles, or
2x2 R-77 (AA-12 'Adder') long-range missiles.
Some aircraft are equipped to launch the Kh-31P (AS-17 'Krypton') and Kh-58 (AS-11 'Kilter') anti-radiation missiles in the suppression of enemy air defenses (SEAD) role.
More about MiG-31 FOXHOUND